Total Pageviews

Friday, June 16, 2006

Tukang Tempe


Ada sebuah rumah kecil di pinggiran kota Bandung. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadah. Pekerjaanya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ini merupakan satu-satunya sumber pandapatannya untuk membiayai hidupnya. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba-tiba dia tersadar kalau tempe yang dibuatnya hari itu masih belum jadi, separuh jadi. Kebiasaanya tempe yang akan di jual sudah jadi sebelum pergi. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyata memang kesemuanya belum jadi.

Perempuan itu merasa amat sedih, sebab tempe yang masih belom jadi, pastinya tidak akan laku dan tidak akan ada rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang taat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahwa Allah dapat melakukan apa saja yang Allah kehendaki, bahwa bagi Allah tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, 'Ya Allah, aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe..Amien' Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan ujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang kedelai itu masih tetap. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan.

Setelah gagal, ia pun berdoa lagi. Namun lagi-lagi dia gagal. Doa kedua, ketiga dan keempat masih gagal. Akhirnya ia berdoa lagi 'Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku, sementara aku berjalan menuju pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikalah tempe ini matang, Amien'.

Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampainya di pasar, segera dia meletakan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin bahwa tempenya sekarang sudah jadi. Dengan hati yang berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allah karena doanya tidak dikabulkan. Dia merasakan Allah tidak adil. Allah tidak kasian padanya, inilah satu-satunya sumber rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya Cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia merasa bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh jadi.

Sementara itu haripun semakin sore dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang. Dia melihat ke kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tiada hasil jualan yang bisa dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, 'Ya Allah, berikanlah penyelesain terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.'

Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita ' Maaf ya, saya ingin bertanya, ibu ada nggak yah yang menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah keliling pasar ini untuk mencarinya tapi tidak dapat.'

Sebelum dia menjawab sapaan wanita didepannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya, 'Ya Allah, saat ini aku tidak mau kacang kedelai ini jadi tempe. Biarlah seperti semula, Amien.

Setelah itu dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah leganya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum jadi, wanita itupun memborong habis kesemua tempenya yang belum jadi itu. Perempuan tua itupun keheranan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah dikabulkan oleh Allah SWT….Alhamdulillahirobilalamin…

3 comments:

nana said...

subhanallah ya pertolongan Allah itu sat... :)

rita said...

begitulah kalo Allah memberi pertolongan pada hambanya yang tak mudah putus asa

Tina said...

Kangen tempeeeeeeeeeee...